Mataram, ibu kota Nusa Tenggara Barat, bukan hanya kaya akan budaya dan keindahan alam, tapi juga menyimpan berbagai kisah inspiratif dari putra-putri daerahnya. Salah satunya adalah Baiq Siti Nur, sosok wanita muda yang berhasil membangun bisnis kaos dan perlahan mengembangkan usaha menjadi lebih besar di tengah persaingan bisnis fashion lokal.
Baiq Siti Nur lahir dan besar di Mataram. Sejak kecil, ia memiliki jiwa kewirausahaan yang kuat, didukung oleh keluarganya yang memahami pentingnya pendidikan dan kreatifitas. Ia menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri di Mataram, kemudian melanjutkan ke Universitas Mataram dengan mengambil jurusan Manajemen.
Ketertarikannya pada dunia desain dan fashion terlihat ketika ia aktif mengikuti berbagai organisasi kampus dan komunitas kreatif lokal. Di tengah keterbatasan modal, ia memutuskan memulai bisnis kecil-kecilan dengan modal hanya Rp 2 juta hasil tabungan pribadi. Baiq Siti Nur mulai memproduksi kaos sendiri menggunakan desain yang ia buat secara manual.
Pada tahun 2016, Baiq Siti Nur resmi membuka toko kaos pertamanya dengan nama "Kaos Nusra", terletak di pusat kota Mataram. Awalnya, toko ini hanya memasarkan kaos dengan motif budaya lokal seperti motif Sasak, Sumbawa, dan motif pulau Lombok.
Perjalanan bisnisnya tidak selalu mulus. Di awal, ia harus menghadapi tantangan modal, keterbatasan pengetahuan tentang pemasaran, dan persaingan dengan produk kaos pabrikan luar NTB. Namun, berkat kegigihan, kreativitas, dan dukungan keluarga, Baiq terus berinovasi dalam desain kaosnya.
Baiq Siti Nur percaya bahwa produk yang unik akan lebih mudah dikenali pasar. Oleh karena itu, ia selalu menonjolkan keunikan motif NTB dan sentuhan personal pada setiap produk. Kaos-kaos yang dijual tokonya dibuat menggunakan bahan berkualitas dan desain yang kekinian.
Selain masalah modal dan persaingan, Baiq Siti Nur juga menghadapi tren fashion nasional yang berubah cepat, serta tantangan logistik dan pengiriman barang ke luar daerah. Namun, ia selalu upgrade pengetahuan dengan mengikuti pelatihan bisnis, seminar UMKM, serta aktif dalam komunitas kewirausahaan wanita di Mataram.
Pandemi COVID-19 sempat membuat bisnis Baiq menurun drastis. Namun, Baiq sama sekali tidak menyerah. Ia mengembangkan sistem dropshipper dan reseller, sehingga pelanggannya bisa ikut menjual kaos Nusra secara online dari rumah masing-masing. Strategi ini terbukti ampuh membantu penyebaran produk hingga ke luar NTB.
Berkat ketekunan dan inovasi, toko kaos Baiq Siti Nur kini telah memiliki lebih dari 20 desain kaos khas NTB dan telah mempekerjakan 8 orang karyawan tetap serta puluhan penjahit lokal. Kaos-kaos produksinya sudah dijual tidak hanya di Mataram, tetapi juga ke berbagai daerah di Indonesia, seperti Bali, Surabaya, hingga Jakarta.
Baiq Siti Nur juga beberapa kali mendapatkan penghargaan, di antaranya:
Kisah Baiq Siti Nur membuktikan bahwa keberhasilan bisa diraih dengan kerja keras, inovasi, dan semangat untuk terus belajar. Baiq aktif berbagi pengalaman melalui seminar, menjadi mentor bagi pemuda yang ingin memulai usaha, dan sering mengadakan workshop gratis tentang bisnis fashion di Mataram.
Melalui kisahnya, banyak pemuda NTB terinspirasi untuk memproduksi kerajinan lokal dan memberdayakan komunitas setempat. Baiq Siti Nur juga membuka peluang magang bagi pelajar SMK atau mahasiswa yang ingin belajar langsung tentang bisnis kaos dan pemasaran digital.
Baiq Siti Nur bertekad menjadikan Kaos Nusra sebagai brand fashion lokal yang bisa bersaing di tingkat nasional. Ia ingin memperluas pasar dengan membuka cabang di Bali dan Jakarta, serta mengembangkan produk seperti tote bag dan aksesori dengan motif lokal NTB.
Harapan Baiq, anak muda NTB bisa memiliki keberanian memulai usaha, berani berinovasi, dan tetap menjunjung tinggi nilai budaya lokal. Baiq percaya, UMKM adalah tulang punggung ekonomi, khususnya bagi daerah seperti Nusa Tenggara Barat, dan perempuan muda harus memiliki peran aktif sebagai pelaku bisnis kreatif.
Kisah sukses Baiq Siti Nur dan toko kaos di Mataram menjadi bukti nyata bahwa kerja keras, inovasi, serta pemberdayaan komunitas lokal bisa melahirkan bisnis yang kuat dan berkelanjutan. Semangat Baiq menjadi inspirasi bagi banyak generasi muda, terutama di Mataram dan Nusa Tenggara Barat, untuk bermimpi besar dan berani memulai usaha sendiri.
Kisah Baiq Siti Nur adalah cerminan dari perjuangan dan keberanian meraih sukses di tengah tantangan, serta contoh nyata bahwa UMKM lokal mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah, sekaligus membawa budaya NTB ke panggung nasional.