Baiq Fitriani Dinda, seorang perempuan kelahiran Mataram, telah menunjukkan semangat kewirausahaan sejak muda. Berangkat dari keluarga sederhana, Baiq Fitriani Dinda menyadari peluang besar di sektor pariwisata Lombok dan kebutuhan wisatawan serta masyarakat lokal akan oleh-oleh khas daerah. Tahun 2012 menandai langkah pertamanya dengan membuka Toko Aneka Oleh yang sederhana di kawasan Cakranegara, Mataram.
Modal awal yang digunakan Dinda berasal dari tabungan pribadi dan bantuan keluarga. Ia memulai dengan menyediakan jajanan tradisional seperti kerepek, dodol rumput laut, dan sale pisang. Tidak jarang Dinda mengambil produk langsung dari UMKM lokal, membuka pintu kemitraan baru yang akhirnya membantu mengangkat nama Aneka Oleh dan pelaku usaha kecil sekitarnya.
Perjalanan membangun Aneka Oleh tidak selalu mulus. Baiq Fitriani Dinda harus menghadapi persaingan dengan toko-toko oleh-oleh yang sudah lama berdiri. Selain itu, fluktuasi pariwisata akibat bencana alam maupun pandemi membuatnya harus bijak dalam mengelola inventori dan membangun kepercayaan pelanggan.
Di tahun-tahun awal, Dinda bergerak sendirian dalam mengurus toko, dari mengelola stok, pemasaran, hingga melayani pelanggan. Ia mempelajari pola belanja wisatawan dan mulai memanfaatkan platform digital untuk mempromosikan produk. Strategi pemasaran melalui media sosial dan kerjasama dengan agen travel memberikan dampak signifikan pada peningkatan penjualan.
Baiq Fitriani Dinda sangat peduli pada kualitas produk Aneka Oleh. Ia rutin melakukan survei pasar dan memperbarui variasi produk sesuai permintaan pelanggan. Dengan konsep “Satu Tempat untuk Beragam Oleh-Oleh Khas NTB”, Dinda berupaya menyediakan semua oleh-oleh khas Lombok dan Sumbawa, mulai dari makanan, minuman, kerajinan tangan, hingga perhiasan mutiara hasil produksi lokal.
Untuk meningkatkan pengalaman belanja, Dinda mengadopsi sistem pelayanan yang ramah, cepat, dan transparan. Ia melibatkan staf muda yang diberi pelatihan menjadi customer service. Tidak hanya itu, Aneka Oleh juga menawarkan fasilitas pembayaran digital dan layanan pesan antar, yang semakin memudahkan pelanggan, terutama wisatawan.
Dalam kurun waktu delapan tahun, Aneka Oleh berhasil menjadi salah satu toko oleh-oleh terbesar di Kota Mataram. Aset usaha terus bertambah, dan Dinda mampu membuka cabang di wilayah Senggigi serta Bandara Internasional Lombok. Keberhasilan tersebut tidak hanya menguntungkan Dinda, tetapi juga memberikan dampak sosial. Lewat kemitraan dengan UMKM lokal, Aneka Oleh telah menerima produk dari lebih dari 70 produsen di NTB.
Baiq Fitriani Dinda aktif mendampingi pelaku usaha kecil agar produknya memenuhi standar kualitas dan kemasan. Ia juga mendukung program pelatihan bersama Dinas Koperasi dan UKM, serta menjadi pembicara di berbagai seminar kewirausahaan perempuan.
Ketika pandemi COVID-19 melanda, Baiq Fitriani Dinda tidak menyerah. Ia berinovasi dengan memperkuat penjualan online melalui marketplace dan media sosial. Toko Aneka Oleh mulai melakukan pengiriman ke luar kota, bahkan ke luar pulau. Dinda juga membuat promo bundling produk yang menggabungkan berbagai jenis oleh-oleh dalam satu paket, sehingga menarik pembeli yang ingin memberikan hadiah ke kerabat di luar NTB.
Ia membuktikan bahwa adaptasi teknologi dan kreativitas dalam bisnis penting untuk bertahan dalam situasi sulit. Semangat optimis dan kerja keras Dinda menjadi teladan bagi pelaku usaha lain di NTB.
Kesuksesan Baiq Fitriani Dinda diakui oleh berbagai pihak. Aneka Oleh pernah mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Provinsi NTB sebagai “Toko Oleh-Oleh Terbaik” tahun 2019. Ia juga menerima sertifikat dari Kementerian Pariwisata atas kontribusinya dalam mendukung promosi wisata melalui produk UMKM lokal.
Dinda tidak hanya sukses secara materi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak perempuan di Mataram untuk berani berwirausaha. Ia kerap diminta berbagi kisah melalui talkshow dan media lokal.
Dalam banyak kesempatan, Dinda mengungkapkan bahwa kunci suksesnya adalah:
Baiq Fitriani Dinda berharap generasi muda NTB tidak ragu untuk berwirausaha dan terus menggali potensi lokal. Ia berpesan agar setiap orang mengutamakan kejujuran, kerja keras, dan selalu terbuka untuk belajar hal baru demi kemajuan diri dan daerah.