Kuliner Nusantara selalu memiliki daya tarik tersendiri. Salah satu cerita inspiratif hadir dari Sri Wahyuni, seorang wanita tangguh yang berhasil membangun usaha kuliner di tanah perantauan Mataram, Nusa Tenggara Barat, lewat usaha legendarisnya: Gudeg Bu Yuni. Perjalanan Ibu Yuni, dari awal yang sederhana hingga sukses menjadi ikon kuliner jogja di bumi seribu masjid, sungguh layak menjadi inspirasi kita semua.
Sri Wahyuni, atau yang akrab dipanggil Bu Yuni, berasal dari Sleman, Yogyakarta. Bersama suaminya, beliau merantau ke Mataram pada tahun 1999 dengan niat sederhana: mencari kehidupan yang lebih baik. Di tengah keterbatasan dan tantangan sebagai pendatang, Bu Yuni tetap teguh membawa warisan leluhur: resep rahasia gudeg yang sudah turun-temurun dikelola keluarganya.
Modal yang terbatas tidak menjadi penghalang. Awalnya, Bu Yuni hanya berjualan gudeg di depan rumah kontrakan sederhana di lingkungan Karang Baru, Mataram. Ia hanya memasak beberapa kilogram nangka muda setiap harinya. Tak jarang, dagangan belum laku dan sisa makanan harus diberikan kepada tetangga atau keluarga.
Namun, berkat kesabaran, keramahan, dan keuletannya, perlahan-lahan Gudeg Bu Yuni mulai dikenal masyarakat sekitar. Aromanya yang khas dan rasa manis-gurihnya ternyata bisa mengobati rindu para perantau Jogja dan juga menjadi pilihan menarik bagi warga lokal NTB yang ingin mencoba sensasi rasa berbeda.
Bu Yuni tidak hanya terampil memasak, tetapi juga cerdas membaca peluang. Ia berinovasi dengan menambahkan variasi lauk, seperti ayam kampung, tahu, tempe bacem, hingga sambal krecek khas Jogja. Selain itu, dalam setiap penyajian Gudeg, Bu Yuni selalu mengutamakan kualitas bahan dan kehigienisan, membuat pelanggan merasa aman dan nyaman.
Pandemi Covid-19 menjadi ujian berat. Omzet turun drastis akibat pembatasan aktivitas masyarakat. Namun, semangat Bu Yuni tak luntur. Ia mulai memanfaatkan media sosial untuk promosi, membuka layanan pesan antar, dan bekerja sama dengan beberapa aplikasi ojek online di Mataram. Strategi ini membuat Gudeg Bu Yuni tetap bertahan dan bahkan semakin dikenal, tak hanya di wilayah Mataram, tetapi juga ke Lombok Barat dan sekitarnya.
Satu hal yang menjadi kekuatan Gudeg Bu Yuni adalah konsistensi rasa yang dijaga sejak awal berdiri hingga kini. Pelanggan tahu, kualitasnya tidak menurun meskipun usaha membesar.
Tidak hanya warga perantauan dari Jawa, para mahasiswa, pegawai, wisatawan domestik, bahkan pejabat daerah telah menjadi pelanggan setia. Di setiap acara kantor, arisan, atau jamuan keluarga, Gudeg Bu Yuni kerap menjadi pilihan menu utama. Banyak testimoni positif masuk melalui media sosial yang membuat nama Bu Yuni semakin dipercaya luas.
Berkat kegigihannya, Sri Wahyuni pernah meraih penghargaan UMKM Inspiratif Kota Mataram tahun 2020. Ia juga kerap diundang menjadi narasumber di berbagai pelatihan kuliner dan UMKM, baik tingkat lokal maupun provinsi. Tak jarang, beberapa wartawan media nasional mendatangi warung Bu Yuni untuk meliput perjalanan inspiratifnya.
Dalam membangun bisnis, Bu Yuni sangat didukung keluarga. Suami dan anak-anaknya turun langsung membantu mulai dari belanja bahan baku, memasak, hingga melayani pelanggan. Tidak hanya itu, ia juga memberdayakan sejumlah tetangga sebagai karyawan lepas sehingga memberikan dampak ekonomi positif di lingkungan sekitar.
Sri Wahyuni berpesan kepada kaum perempuan bahwa kunci kesuksesan adalah keuletan, pantang menyerah, dan selalu mau belajar. "Jangan takut gagal, karena dari kegagalan itu kita diperkuat. Mulailah dari apa yang ada di tangan. Jika punya satu resep andalan keluarga, kembangkan dan jadikan potensi," ujar Bu Yuni dalam sebuah wawancara.
Banyak ibu rumah tangga di sekitar Mataram yang terinspirasi langkah Bu Yuni, bahkan ada yang membuka usaha jualan kuliner sendiri dengan konsep serupa.
Saat ini Gudeg Bu Yuni telah memiliki dua cabang di Kota Mataram dan satu outlet di kawasan wisata Senggigi, Lombok Barat. Ke depan, Bu Yuni berencana mengembangkan produk dalam kemasan agar bisa menjangkau pasar luar pulau bahkan luar negeri. Ia percaya, dengan usaha, doa, dan kejujuran, rezeki akan datang dari mana saja.
Kisah Sri Wahyuni merupakan bukti nyata bahwa siapapun bisa sukses jika mau berusaha dan menjaga konsistensi dalam berinovasi. Dari dapur sederhana di Kota Mataram, Gudeg Bu Yuni kini menjadi ikon kuliner favorit yang menghubungkan cita rasa nusantara, memperkaya keberagaman kuliner di Nusa Tenggara Barat. Semoga perjalanan Bu Yuni menginspirasi lebih banyak orang untuk terus berjuang, berinovasi, dan berbagi manfaat bagi sesama.