Di kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, kisah inspirasi dari Rahmani Hakim telah mengubah pandangan masyarakat akan profesi penerjemah. Sebagai putra daerah, Rahmani Hakim berhasil membangun jasa penerjemah yang tidak hanya berfokus pada bahasa internasional, tetapi juga mendukung pelestarian bahasa lokal dan memperkaya hubungan budaya di provinsi paling barat Kepulauan Nusa Tenggara.
Rahmani Hakim lahir di lingkungan sederhana di Mataram, dari keluarga yang menanamkan pentingnya pendidikan dan komunikasi. Sejak kecil, Rahmani sering membantu orang tuanya menerjemahkan surat dari kerabat di luar negeri. Dari pengalaman tersebut, ia menyadari bahwa kemampuan berbahasa bisa menjadi aset berharga yang membuka banyak pintu.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Universitas Mataram, Rahmani mengambil jurusan Sastra Inggris dan belajar bahasa-bahasa asing lain secara mandiri. Selama masa kuliah, ia aktif bergabung dalam komunitas multilingual daerah dan disukai karena kemampuannya menjembatani komunikasi antara warga lokal dan wisatawan asing yang berkunjung ke Lombok dan sekitarnya.
Pada tahun 2012, Rahmani mendirikan Hakim Translasi, sebuah usaha jasa penerjemah yang melayani keperluan bahasa Inggris, Jepang, Jerman, Arab, dan bahasa daerah Sasak. Awalnya, usaha ini dijalankan dari rumah, dengan promosi melalui media sosial dan forum online lokal.
Permintaan mulai meningkat seiring perkembangan pariwisata dan perdagangan di NTB. Bisnis Rahmani tidak hanya menerima terjemahan dokumen resmi seperti ijazah, sertifikat, dan kontrak kerja, tetapi juga membantu pelaku UMKM dalam menyusun katalog produk dan komunikasi bisnis internasional. Rahmani sendiri selalu menjamin kualitas terjemahan dengan prinsip ketelitian dan loyalitas bahasa.
Mataram dan kawasan wisata Lombok kini dikenal sebagai destinasi favorit turis mancanegara. Tak jarang, wisatawan kesulitan memahami bahasa daerah dan budaya setempat. Rahmani melihat peluang di sini, dan mulai menyediakan jasa pendamping wisata berbasis penerjemahan—sebuah gagasan yang mendapat sambutan hangat dari pelaku wisata dan pemilik homestay.
Lewat pelatihan rutin, Rahmani membina generasi muda lokal untuk menjadi penerjemah atau interpreter pariwisata. Hasilnya, tidak hanya wisatawan yang terbantu, tetapi juga tercipta lapangan kerja baru. Hakim Translasi bahkan menjadi mitra resmi bagi sejumlah hotel besar, travel agent, dan event organizer internasional yang mengadakan konferensi di NTB.
Untuk menjaga kualitas layanan, Rahmani aktif mengikuti pelatihan khusus di luar daerah. Pelatihan seperti “Certified Translator” dan “Legal Translation Workshop” membuatnya mampu menangani terjemahan dokumen hukum, medis, dan teknis dengan akurat. Ia juga terdaftar di Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI), yang membuktikan dedikasi dan profesionalismenya.
Berkat reputasi yang terus berkembang, klien Rahmani kini meliputi institusi pendidikan, perusahaan swasta, lembaga pemerintah, hingga organisasi internasional. Ia menerapkan sistem kerja berbasis deadline dan menjaga kerahasiaan dokumen, menjadikan jasanya sangat dipercaya di Mataram.
Tidak mudah membangun jasa penerjemah di daerah yang belum banyak mengenal kebutuhan profesionalisme terjemahan. Rahmani menghadapi tantangan seperti keraguan masyarakat, persaingan dengan penerjemah online, dan kendala sumber daya di awal bisnis. Namun, ia terus berinovasi dengan memanfaatkan teknologi, menawarkan layanan on-demand melalui aplikasi pesan instan, dan memperluas jaringan mitra.
Integrasi penerjemahan berbasis website, serta sistem pembayaran digital, menjadi solusi bagi klien yang berada di luar kota. Hakim Translasi juga menawarkan diskon bagi pelajar dan UMKM, serta menjangkau pemerintahan desa untuk mendukung program pelestarian bahasa lokal.
Kisah sukses Rahmani Hakim memotivasi banyak anak muda di NTB untuk berani memanfaatkan potensi bahasa. Rahmani sering diundang sebagai pembicara seminar di sekolah dan universitas. Ia selalu menekankan bahwa peran penerjemah tidak sekadar mengalihbahasakan kata, melainkan menyatukan pemahaman dan memperkaya wawasan.
Selain itu, Rahmani mendukung program literasi dan pengenalan bahasa asing sedini mungkin. Ia juga membuka internship dan pelatihan gratis bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan kemampuan menerjemah secara profesional.
Dengan perkembangan teknologi, Rahmani mengadopsi sistem terjemahan berbasis cloud dan melakukan kolaborasi dengan penerjemah daring dari berbagai negara. Hal ini memungkinkan Hakim Translasi menerima proyek besar, seperti penerjemahan buku dan website multibahasa, serta layanan subtitel video. Bahkan, di masa pandemi COVID-19, Rahmani tetap melayani dengan sistem kerja remote, memastikan klien tetap mendapat service berkualitas tanpa harus bertemu langsung.
Rahmani juga merancang aplikasi mobile ringan untuk memudahkan konsultasi bahasa bagi masyarakat NTB, menjadikan usahanya tetap relevan dan adaptif terhadap kebutuhan zaman.
Berkat dedikasi dan kualitas layanan, Rahmani Hakim telah menerima beberapa penghargaan tingkat daerah dan nasional, di antaranya “Penerjemah Muda Berprestasi NTB” dan “Penggerak Bahasa Daerah 2022”. Rumah dan kantor kecilnya menjadi tempat belajar dan diskusi banyak masyarakat yang ingin mengenal profesi penerjemah.
Ia juga dipercaya untuk menerjemahkan dokumen resmi bagi pemerintah provinsi dan menjadi konsultan bahasa dalam proyek internasional, seperti program Sister City antara Mataram dan kota-kota di Jepang.
Kisah Rahmani Hakim menunjukkan bahwa kesuksesan bisa diraih lewat kegigihan, inovasi, dan dedikasi terhadap profesi. Di Mataram, NTB, jasa penerjemah tidak hanya berfungsi sebagai pengalih bahasa, tetapi juga sebagai jembatan budaya dan pendorong kemajuan daerah. Rahmani membuktikan bahwa integritas, kerja keras, dan semangat berbagi dapat membawa manfaat luas bagi masyarakat dan meningkatkan kualitas hubungan internasional.
Kisahnya patut menjadi teladan bagi siapa saja yang ingin membangun usaha dan berkontribusi bagi lingkungan, sekaligus mengangkat potensi daerah ke tingkat nasional dan internasional.