Nurhidayah Putri, akrab dipanggil Dayah, lahir di lingkungan sederhana di Mataram. Sejak usia muda, ia sudah terbiasa membantu orang tuanya dalam kegiatan rumah tangga. Dari rutinitas itulah tumbuh kecintaannya pada dunia memasak, khususnya membuat kue dan roti. Namun, keterbatasan finansial membuat Dayah harus berpikir kreatif untuk mengembangkan bakatnya.
Pada tahun 2015, Dayah mulai membuat bolu kukus dan roti sederhana dari dapur rumahnya. Awalnya, ia hanya menjual hasil karyanya kepada tetangga dan teman-teman dekat. Dengan modal terbatas, ia membeli bahan-bahan dasar dan mulai bereksperimen menciptakan resep khas Bakery Mataram.
Memulai usaha bukanlah hal mudah. Nurhidayah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kurangnya modal, keterbatasan alat, hingga persaingan dengan toko roti terkenal di Mataram. Namun, ia tidak menyerah. Mengandalkan media sosial dan pemasaran mulut ke mulut, Dayah berhasil menarik perhatian warga sekitar.
Setiap pagi, ia bangun lebih awal untuk mempersiapkan adonan roti, memastikan semua produknya fresh dan berkualitas. Keuletan serta keramahan dalam melayani pelanggan membuat Bakery Mataram mulai dikenal luas. Dayah juga aktif mengikuti pelatihan UKM yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi setempat, memperdalam ilmu bisnis dan teknik pengelolaan usaha kecil.
Bakery Mataram mulai menawarkan berbagai varian roti, cake, dan kue basah yang dibuat dari bahan-bahan lokal. Salah satu keunikan produknya adalah roti dengan selai kelapa Nusa Tenggara Barat yang menjadi favorit pelanggan. Selain itu, Bakery Mataram menyediakan kue-kue khas seperti bolu pelangi, onde-onde, dan aneka pastry berbahan dasar tepung lokal.
Dayah juga selalu mendengarkan saran pelanggan. Ketika banyak anak muda mencari kue ulang tahun dengan desain modern, ia mulai mempelajari teknik dekorasi fondant. Hasilnya, Bakery Mataram kini menawarkan cake custom dengan tema-tema unik yang sesuai keinginan pelanggan.
Berkat kerja keras dan inovasi, Bakery Mataram berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Dari sebuah dapur kecil, kini Dayah memiliki toko dengan ruang produksi yang lebih luas dan dilengkapi peralatan modern. Tidak hanya melayani pesanan offline, Bakery Mataram juga aktif di platform digital seperti Instagram dan WhatsApp, memudahkan pelanggan membeli produk secara online.
Penjualan meningkat drastis, terutama saat bulan Ramadan dan perayaan Hari Raya. Hampir setiap hari, pesanan kue dan roti membludak. Dayah bahkan sudah mempekerjakan beberapa karyawan dari lingkungan sekitar, ikut membantu memberdayakan masyarakat setempat. Bakery Mataram menjadi salah satu UKM yang diakui karena mengutamakan kualitas, inovasi produk, dan pelayanan yang ramah.
Selain itu, Bakery Mataram sering diterima sebagai vendor penyedia konsumsi di berbagai acara besar, mulai dari arisan, pernikahan, hingga seminar. Prestasi ini membawa Dayah mendapat penghargaan dari pemerintah daerah, sebagai pelaku usaha wanita inspiratif.
Kisah Dayah mengajarkan bahwa tidak ada yang mustahil jika seseorang mau berusaha dan terus belajar. Kegigihannya dalam mengembangkan bisnis bakery di Mataram menjadi contoh nyata bagaimana mimpi dapat diwujudkan dengan doa, kerja keras, dan komitmen. Kini, Bakery Mataram bukan hanya tempat membeli roti dan kue lezat, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang, terutama perempuan muda yang ingin merintis usaha sendiri.
Dayah selalu membagikan pengalaman dan kiat usaha kepada generasi muda melalui program mentoring yang diadakan oleh komunitas UKM Mataram. Ia percaya, berbagi ilmu adalah cara terbaik untuk maju bersama. Tidak jarang, Bakery Mataram menjadi tempat magang bagi siswa SMK jurusan tata boga, sebagai wujud kontribusi untuk pendidikan dan pengembangan keterampilan di bidang kuliner.
Bakery Mataram berkomitmen untuk terus berinovasi dan menjaga kualitas produk. Nurhidayah Putri memiliki impian agar usaha bakery-nya bisa lebih dikenal di tingkat nasional, bahkan membuka cabang di luar daerah. Ia melakukan riset pasar secara rutin dan mencari peluang untuk mengembangkan produk baru yang sesuai dengan cita rasa lokal maupun kebutuhan konsumen modern.
Keberhasilan Bakery Mataram tidak dilihat hanya dari omzet, tetapi dari dampak positif yang diberikan bagi komunitas dan lingkungan sekitar. Dayah berharap semakin banyak pelaku usaha lokal yang berani mengambil langkah, membangun usaha baru, dan turut berkontribusi terhadap ekonomi daerah.
Kisah sukses Nurhidayah Putri dan Bakery Mataram merupakan contoh terbaik dari semangat pantang menyerah, inovasi, dan kerja keras dalam membangun usaha. Perjalanan yang penuh tantangan dan cobaan akhirnya membuahkan hasil yang manis, tidak hanya bagi Dayah dan keluarganya, tetapi juga bagi masyarakat Mataram. Bakery Mataram telah menjadi bagian penting dari kuliner Nusa Tenggara Barat, memperkenalkan cita rasa lokal kepada dunia dan memberikan inspirasi bagi siapa pun yang ingin memulai bisnis dari nol.
Semoga kisah ini dapat memotivasi banyak orang, khususnya generasi muda di Mataram dan seluruh Indonesia, untuk terus berani bermimpi, bekerja keras, dan menghadirkan perubahan positif di lingkungan masing-masing.