Di balik kesibukan pasar tradisional Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, terdapat kisah inspiratif tentang seorang pengusaha perempuan yang berhasil membangun bisnis ikan laut dari nol hingga berhasil menembus pasar modern. Sosok tersebut adalah Agustina Eka, pemilik sekaligus pengelola “Toko Ikan Laut Eka”, sebuah toko yang dikenal akan kualitas, layanan, serta kejujurannya dalam berbisnis.
Agustina Eka lahir dan besar di Mataram dari keluarga sederhana yang sehari-harinya bergantung pada hasil laut. Dari kecil, ia telah terbiasa membantu orang tua menjual ikan di pasar. Kemampuan dalam mengenali berbagai jenis ikan, kualitas kesegaran, serta cara bertransaksi dengan pembeli mulai ia kuasai sejak muda.
Setelah menikah dan memiliki anak, Agustina semakin termotivasi untuk membangun usaha sendiri. Dengan bermodalkan pinjaman dari koperasi lokal, ia pun memulai Toko Ikan Laut Eka yang berlokasi di Pasar Mandalika Mataram. Awalnya, toko ini hanya menyediakan ikan segar hasil tangkapan nelayan setempat, seperti ikan tongkol, kerapu, dan kakap. Eka juga mulai membangun relasi dengan nelayan untuk memastikan pasokan ikan tetap stabil setiap harinya.
Salah satu kunci sukses Eka dalam mengembangkan toko adalah melakukan inovasi. Ia tidak sekadar menjual ikan mentah, tetapi mulai menawarkan layanan membersihkan dan memotong ikan sesuai keinginan pembeli. Ekspansi produk juga dilakukan, seperti menyediakan seafood lain, misalnya udang, cumi-cumi, dan kerang.
Agar dapat bersaing, Eka juga menerapkan prinsip kejujuran dan transparansi harga. Tidak jarang pembeli diberikan diskon khusus terutama di hari-hari besar seperti Lebaran dan tahun baru. Kepercayaan pelanggan semakin meningkat karena Eka konsisten menjaga kualitas produk dan ramah melayani.
Berbisnis ikan laut di Mataram tidak selalu mudah. Eka menghadapi sejumlah kendala, seperti fluktuasi harga ikan akibat musim, keterbatasan pasokan karena cuaca buruk, serta persaingan dengan toko-toko lain. Namun Eka tetap berusaha mempertahankan kualitas dan membina hubungan baik dengan para nelayan. Selain itu, ia mulai menerapkan sistem pemesanan online melalui WhatsApp, sehingga pelanggan dapat memesan ikan tanpa harus datang ke pasar.
Di masa pandemi COVID-19, toko Eka sempat mengalami penurunan omset. Namun dengan adaptasi teknologi dan promosi melalui media sosial, ia berhasil menggaet pelanggan dari perumahan dan restoran sekitar Kota Mataram. Pelayanan antar langsung ke rumah menjadi solusi inovatif yang mendukung kelangsungan usahanya.
Usaha keras dan ketekunan Eka berbuah hasil. Toko Ikan Laut Eka kini memiliki beberapa cabang kecil di luar Pasar Mandalika, khususnya di area perumahan dan pusat kuliner. Eka juga menjalin kemitraan dengan restoran dan hotel di Mataram yang membutuhkan pasokan ikan segar setiap hari.
Untuk menjaga kualitas, Eka memastikan bahwa ikan yang dijual ditangkap secara ramah lingkungan dan tidak memakai bahan pengawet. Ia bekerja sama dengan nelayan yang menerapkan teknik penangkapan tradisional, sehingga ekosistem laut tetap terjaga.
Kisah sukses Agustina Eka menjadi inspirasi bagi banyak perempuan di Mataram dan sekitarnya. Ia kerap diundang sebagai narasumber pelatihan bisnis bagi UMKM, khususnya untuk mengajarkan tentang strategi pemasaran, pengelolaan keuangan, serta pentingnya layanan pelanggan.
Bagi Eka, keberhasilan tidak semata-mata diukur dari jumlah omset, namun juga dari seberapa besar ia dapat memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam membuka lapangan pekerjaan. Toko Ikan Laut Eka saat ini mempekerjakan lebih dari 20 karyawan yang sebagian besar adalah ibu rumah tangga dan anak muda lokal.
Berkat ketekunan dan inovasi, Agustina Eka pernah menerima penghargaan dari pemerintah daerah sebagai UMKM Teladan di Mataram. Ia juga mendapatkan apresiasi dalam program pemberdayaan perempuan dan pelaku usaha mikro.
Agustina Eka senantiasa membagikan tips berbisnis bagi anak muda dan pelaku UMKM:
Toko Ikan Laut Eka terkenal dengan:
Agustina Eka berharap bahwa usaha toko ikan laut dapat terus berkembang dan mampu bersaing dengan produk impor. Ia ingin memberdayakan nelayan dan pelaku usaha lokal melalui kerjasama yang adil dan menguntungkan. Selain itu, Eka bercita-cita untuk membuat pelatihan intensif bagi pemuda dan perempuan di NTB agar mereka mampu memulai bisnis sendiri.
Tidak hanya menjadi pengusaha sukses, Eka ingin memastikan bahwa bisnisnya berdampak positif bagi lingkungan. Ia terus mengkampanyekan penangkapan ikan berkelanjutan di Mataram dan sekitarnya, serta menekankan pentingnya menjaga kelestarian laut demi masa depan generasi berikutnya.
Kisah Agustina Eka membuktikan bahwa dengan kegigihan, kejujuran, serta inovasi, siapapun bisa meraih kesuksesan. Toko Ikan Laut Eka menjadi bukti nyata bahwa UMKM lokal mampu mendukung perekonomian sekaligus memberdayakan masyarakat. Mataram dan Nusa Tenggara Barat tidak hanya kaya akan hasil laut, tapi juga memiliki perempuan tangguh yang mampu menjadi teladan dalam membangun bisnis serta memperjuangkan pemberdayaan komunitas.